Israel Tahan Delapan Warga Irlandia dalam Armada Bantuan Gaza
Golopalengeditorial || Delapan warga negara Irlandia dilaporkan ditahan setelah Angkatan Laut Israel mencegat sejumlah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan beberapa kapal yang menjadi bagian dari Armada Sumud Global (GSF) dihentikan dengan aman dan para penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel.
Otoritas Israel mengatakan kapal-kapal tersebut telah diperingatkan untuk mengubah haluan karena dianggap mendekati zona pertempuran aktif.
Menurut laporan RTE, Koordinator GSF Irlandia menyebut ada 22 warga Irlandia yang ikut dalam armada tersebut. Adapun delapan nama yang dikonfirmasi ditahan ialah Senator Chris Andrews, Tadgh Hickey, Tara O'Grady, Louise Heaney, Sarah Clancy, Diarmuid Mac Dubhghlais, Thomas McCune, dan CatrĂona Graham.
Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, juga termasuk di antara para aktivis yang diamankan.
Pemerintah Irlandia Pantau Kondisi Warganya
Departemen Luar Negeri Irlandia menyatakan keprihatinan utama mereka adalah keselamatan seluruh penumpang, termasuk warga negara Irlandia.
"Pemahaman terbaru kami yaitu para penumpang akan dipindahkan ke pelabuhan Israel untuk diproses. Kedutaan besar Irlandia di darat akan berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan bantuan konsuler," demikian pernyataan resmi kementerian tersebut dikutip BBC News, Kamis (2/10).
Menteri Luar Negeri sekaligus Tanaiste atau Wakil Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris, dijadwalkan berbicara dengan Duta Besar Irlandia untuk Israel dan perwakilan GSF pada Kamis (2/10).
Armada Dicegat 70 Mil dari Gaza
GSF menyebut kapal-kapal utama seperti Alma yang ditumpangi Fra Hughes dari Belfast serta Surius dan Adara disergap dan dinaiki pada Rabu malam ketika berada sekitar 70 mil laut dari Gaza. Kelompok tersebut semula berharap kapal mereka akan mencapai Gaza pada Kamis pagi.
GSF mengecam intersepsi tersebut sebagai ilegal dan bukan tindakan pembelaan diri melainkan tindakan putus asa yang kurang ajar.
Israel sebelumnya menyatakan tidak akan mengizinkan armada itu mencapai tujuannya. Pada misi sebelumnya, para aktivis ditahan dan dibawa ke daratan oleh pasukan Israel.
Seruan dari Pejabat Tinggi Irlandia
Presiden Irlandia Michael D. Higgins menilai keselamatan para peserta misi kemanusiaan tersebut menjadi perhatian dunia.
"Keselamatan dan perlindungan mereka yang terlibat dalam latihan kemanusiaan ini merupakan perhatian kita semua," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan komitmen dunia terhadap pengakuan Palestina.
"Kita patut bertanya-tanya, di mana posisi komitmen ini sekarang jika armada yang terdiri dari lebih dari 40 kapal dan lebih dari 500 orang, dihalangi untuk mencapai tujuan kemanusiaan tersebut," kata Higgins.
Komentar