Belajar Mengantri Lebih Penting dari Belajar Matematika
Golopalengeditorial || Belajar Mengantri Lebih Penting dari Pada Matematika
Seorang guru pernah berkata "Kami tidak terlalu khawatir anak-anak kami tidak pandai matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak punya budaya mengantri,"
Betapa pentingnya budaya mengantri sampai-sampai seorang guru menekankan muridnya untuk lebih memahami dan melaksanakan kebiasaan mengantri dibandingkan dengan mengerti tentang matematika.
Kebiasaan mengantri memiliki implikasi luas dan berjangka panjang. Dalam dunia pendidikan, budaya mengantri menunjukkan tingkat kesadaran sosial yang tinggi pada anak-anak.
Sebuah kesadaran tentang betapa pentingnya menghargai hak orang lain dalam kehidupan sosial.
Kesadaran anak untuk terbiasa mengantri merupakan hasil pendidikan yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan.
Budaya mengantri memiliki manfaat baik secara pribadi maupun dimensi sosial yang lebih luas.
Betapa pentingnya budaya mengantri. Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh, namun demikian tidak semua orang mau menyadari tentang betapa pentingnya budaya mengantri itu.
Dalam kehidupan sosial di sekitar kita masih sering kita jumpai tindakan-tindakan "masa bodoh" yang mengabaikan hak orang lain.
Mereka tidak mau mengantri dengan berbagai alasan, yang lebih menyedihkan lagi apabila kita menjumpai orang tua yang justru menjerumuskan anaknya agar tidak usah mengantri dan berupaya menyerobot hak orang lain.
Beberapa bentuk tindakan yang kurang baik bagi perkembangan anak dalam budaya mengantri di antaranya:
Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk "Menyusup" ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi dan berkata "sudah cuek saja, pura-pura tra tahu saja,"
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata “Dasar Penakut” karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang memakai taktik/alasan agar anaknya diberi jatah antrian terdepan dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tidak mampu, dan lain-lain.
Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain lalu mengajak berkelahi si penegur.
Demikian pentingnya budaya mengantri, untuk itu mari kita biasakan mengantri dalam kehidupan kita. Dengan budaya mengantri semoga kehidupan kita menjadi lebih baik. Kuncinya, mari kita saling menghargai dan menjunjung tinggi hak kita dan hak orang lain.
Komentar