Amerika Serikat Nekat Pasok Rudal ke Ukraina, Rusia Bisa Diinvasi Balik



Golopalengeditorial || Donald Trump mengatakan dia telah membuat keputusan untuk memasok rudal tersebut ke Ukraina. Namun, dia menolak untuk mengungkapkan rinciannya.

Saya sudah membuat keputusan tentang itu. Saya harus bertanya ke mana mereka akan mengirimnya," ujarnya kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Senin.

Meski akan memasok rudal Tomahawk, Trump ingin lebih dulu tahu apa yang akan dilakukan Ukraina dengan senjata itu.

"Saya rasa saya ingin tahu apa yang mereka lakukan dengan benda-benda itu," katanya. "Ke mana mereka mengirimnya? Saya rasa saya harus mengajukan pertanyaan itu," paparnya.

Trump bersikeras tak ingin meningkatkan eskalasi dalam perang Rusia-Ukraina.

"Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan. Saya tidak ingin melihat eskalasi perang itu," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Selasa (7/10/2025).

Bulan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk memasok Kyiv dengan rudal-rudal canggih tersebut, yang masing-masing berharga sekitar USD1,3 juta dan memiliki jangkauan 2.500 km (1.550 mil), yang berarti senjata-senjata itu berpotensi mencapai Moskow dan wilayah Rusia lainnya yang lebih jauh lagi.

Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian memperingatkan bahwa hubungan antara Moskow dan Washington akan hancur jika hal itu terjadi. Dia juga berpendapat bahwa pasukan Kyiv tidak akan mampu mengoperasikan sistem secanggih itu tanpa partisipasi langsung personel militer Amerika.

Reuters, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa AS kemungkinan besar tidak akan memasok rudal Tomahawk ke Ukraina, karena persediaan saat ini dialokasikan untuk Angkatan Laut AS dan keperluan lainnya.

Sedangkan Financial Times juga melaporkan bahwa beberapa orang di lingkaran dalam Trump skeptis terhadap kemampuan rudal Tomahawk untuk mengubah dinamika medan perang.

Komentar

Golopalengeditorial