KDRT Tidak Terbatas pada Ruang Fisik Namun Peluang Besar di Ruang Digital
Golopalen.blogspot.com || Perkembangan teknologi di era digital membawa banyak kemudahan, mulai dari akses informasi, komunikasi tanpa batas, hingga peluang untuk bekerja dan belajar dari rumah.
Di balik manfaatnya yang luar biasa, teknologi juga melahirkan sisi gelap dan seringnya tidak disadari, terutama ketika berbicara tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menempatkan perempuan sebagai korban.
Kekerasan yang sebelumnya identik dengan fisik dan verbal, kini merambah ke ranah digital dengan bentuk yang lebih kompleks, sulit dikenali, namun sama-sama menyakitkan.
KDRT Tidak Terbatas pada Ruang Fisik
Ketika mendengar istilah kekerasan dalam rumah tangga, mungkin kamu langsung membayangkan bentuk kekerasan fisik seperti pemukulan atau kekerasan verbal berupa makian.
Namun, seiring hadirnya teknologi, bentuk kekerasan ini semakin bervariasi. Perempuan kini tidak hanya rentan mengalami kekerasan secara langsung, tetapi juga melalui ponsel, media sosial, dan berbagai aplikasi digital yang seharusnya memberi rasa aman dan nyaman.
Dalam beberapa kasus, teknologi digunakan oleh pelaku kekerasan sebagai instrumen untuk mengendalikan pasangan.
Misalnya, pelaku memaksa korban memberikan akses ke akun media sosial, memantau lokasi melalui fitur GPS, bahkan menginstal aplikasi tertentu tanpa sepengetahuan korban.
Tindakan ini menciptakan perasaan diawasi secara terus-menerus, sehingga korban merasa kehilangan ruang privasi dan kebebasan. Lebih jauh lagi, bentuk kekerasan digital ini tidak hanya mengikat perempuan pada lingkaran ketakutan, tetapi juga mengisolasi mereka dari lingkungan sosialnya.
Komentar