Surat Mama dari Kampung

Golopalengeditorial || Kubaca surat mama dari kampung Berdebar hati menggetarkan sukma Isak tangispun jatuh dipelipur mata Ketika amplop kusam berdebu kubuka.

Alamatmu ditulis dengan airmataku, anak! Ditengah tubuhku yang semakin rapuh Walau kau dalam penempuan mencari ilmu.

Namun harus kukabar tentang pusakamu Kebun tua mama kini kering kerontang tiap pekarangan kebun ilalang bermekar laksana pohon-pohon dirimbah belantara.

Dibalik viralnya tanah suci nan subur Tanah warisan pemberian Sang Pencipta Terasa sunyi diladang-ladang kebun.

Semua telah musna di rongga dana desa Digilas daun rupiah yang beterbangan Anakku, bimbang dan resah menghantuiku

Tubuh munggil disenggat terik mentari Ketika tangan kecil mematok-matol beden Untuk menjaga tradisi bercocok tanam Anakku.

Jikalau belajar di bangku study Janganlah hanya berkutat dengan ilmu Hendaklah mempelajari tentang berkebun Agar ada reboisasi dengan cara modern.

Komentar

Golopalengeditorial